SEJARAH SINGKAT BERDIRINYA MADRASAH

Sejarah berdirinya Man Siabu sebagai  salah satu sekolah yang berbasis Islam   di mulai dari dirintisnya madrasah Aliyah Swasta Huraba  saat itu  baru memiliki siswa/i 15 orang dan masih bergabung dengan Madrasah Tsanawiyah Huraba   yang lebih dulu berdiri dari MA Swasta   huraba  tahun 1994, dengan kegigihan para tokoh dan tenaga pendidik, yang pada saat itu tokoh masyarakat yang di wakili oleh Malim Sobar Hasibuan, H. Said Hasibuan, Baktaruddin,dan  kepala Desa Zulpan Pulugan, serta  tokoh pendidik yang di wakili oleh Bapak Drs. Khoirul Amani, Bapak Abdul Halim Pulungan dan bapak Sardiman, dan di dukung oleh masyarakat kec. Siabu, khususnya masyarakat desa huraba mengusulkan kepada pemerintah  untuk  menjadikan Madrasah Aliyah Swasta Huraba menjadi berstatus negeri.

Seiring dengan berjalannya usulan mulai dari tahun 1995 maka harapan  tokoh pendidikan bersama dengan masyarakat desa huraba untuk menjadikan madrasah ini  berstatus negeri maka pada tanggal; 17 Maret 1997 keluarlah surat izin Operasional/ Penegerian No. 107 tahun 1997 tentang pembukaan dan penegerian madrasah. Sejak itu Nama Madrasah Aliyah Swasta huraba bertukar menjadi Madrasah Aliyah negeri Siabu. Berdasarkan Surat keputusan mentri Agama RI yang di tanda tangani oleh mentri Agama RI Dr. H. TARMIZI TAHER. Pada Tahun 2018 Nama MAN Siabu berubah menjadi MAN 3 Mandailing Natal. Kurikulum yang digunakan  MAN 3 Mandailing Natal mengacu pada pola K13 dengan kompetensi lulusan SKL Kementerian Pendidikan dan  Kebudayaan, kurikulum Muatan Lokal dari MAN 3 Mandailing Natal yang dipadukan dengan pola pembelajaran islami dengan memerapkan kurikulum pembiasaan (habitual curriculum) meliputi materi ahlakul karimah, praktek ibadah, sains, teknologi, skill dan bahasa.